Chris Tampilkan Counter-Boxer

TEMPO Interaktif, Jakarta – Chris John, 31 tahun, mengatakan sudah tidak memiliki masalah dengan rusuknya. Beberapa bulan silam, tulang iganya retak saat berlatih tanding, menyebabkan partai ini tertunda dua kali. “Saya rasakan tidak masalah, dokter juga bilang begitu,” katanya.

Menghadapi Fernando Saucedo, yang bergaya fighter alias doyan umbar pukulan, dalam pertarungan mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu World Boxing Association di Stadion Tenis Indoor Gelora Bung Karno, Jakarta, malam ini, Chris mengaku akan bertarung dengan gaya aslinya, counter-boxer.

Gaya ini cenderung bertahan menunggu serangan dan meluncurkan pukulan balasan ke arah pertahanan yang lowong di tubuh lawan. Tapi gaya itu bukan harga mati. “Kita lihat bagaimana kondisi di atas ring,” katanya.

Meski terpaut jauh di peringkat ke-15 WBA, peringkat terbawah untuk bisa menantang juara, Saucedo bukan lawan yang gampang jatuh. Dari empat kekalahan yang dideritanya, dia tak pernah kalah KO. “Saya memang pernah jatuh, tapi selalu bertahan sampai akhir pertandingan,” ujar petinju 29 tahun itu.

El Vasco, julukannya, sudah mempersiapkan diri selama satu tahun. Dia akan mempertaruhkan segalanya dalam kesempatan, yang disebutnya, sekali seumur hidup ini. “Saya akan membawa kemenangan untuk negara dan putri saya,” katanya. Kepada Zaira Y Luna, putrinya yang berumur 4 tahun, Saucedo berjanji akan memberi oleh-oleh sabuk juara yang kini berada di pinggang Chris.

Promotor Raja Sapta Oktora mengatakan, semua persiapan pertandingan sudah rampung. “Tinggal menunggu petinju naik ring,” ujarnya. Stadion itu bisa menampung 2.000 penonton plus 500 undangan. Harga tiket kelas I Rp 150 ribu dan tribun Rp 100 ribu. “Sangat murah,” ujarnya. “Kalau di luar negeri, pertandingan sekelas ini paling murah Rp 500 ribu.”

Selain laga ke-13 sang juara super, ada duel petinju muda berbakat Tanah Air, Daud Yordan, 23 tahun. Petinju berjulukan Cino alias Cina ini akan menghadapi petinju Argentina, Damien David Marchiano, untuk memperebutkan sabuk juara kelas bulu Asia Pasifik World Boxing Organization.

Di kelas bulu WBA, Cino tercatat sebagai penantang ketujuh, sedangkan di WBO dia merupakan penantang ke-10. “Ini batu loncatan untuk menapak karier yang lebih tinggi, yaitu juara dunia,” kata petinju bertipe fighter ini.

Pos ini dipublikasikan di Sports. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s