Gedung DPR miring

JAKARTA, KOMPAS.com ā€” Anggota DPR RI dari Fraksi Hanura, Erik Satrya Wardhana, mengakui sudah lama banyak rekan-rekannya sesama anggota Dewan enggan masuk ke ruangan masing-masing yang disediakan di Nusantara I DPR RI.

Selain karena kabar kemiringan gedung Dewan yang baru-baru ini merebak, sikap anggota ini muncul pascagempa yang pernah melanda Jawa Barat dan juga berimbas ke Jakarta.

“Ruangan saya saja dindingnya itu retak-retak pascagempa kemarin. Dari dulu sebenarnya sudah banyak anggota yang enggak mau masuk ruangan,” ungkapnya di sela raker Badan Anggaran dengan pemerintah, Sabtu (1/5/2010).

Pascagempa itu pula, Setjen sendiri sudah memerintahkan untuk mengeluarkan meja-meja yang tidak perlu dari masing-masing ruangan anggota. Oleh karena itu, kebutuhan akan renovasi gedung yang juga merebak pascakabar kemiringan Gedung Nusantara I disambutnya dengan baik.

Gedung baru memang menjadi kebutuhan. Bayangkan, gedung 16 lantai harus menahan beban 560 anggota Dewan yang masing-masing membawa tiga orang staf khusus dan peralatan kerja serta perabot masing-masing.

“Belum tamu, plus berkas tiap rapat. Saya khawatir sudah overload ini,” ungkapnya.

“Sepanjang anggaran ada, itu bisa. Siapa tahu dengan anggaran baru, bisa lebih semangat,” tambahnya kemudian.

Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s