Berinternetan menggunakan Blackberry tanpa harus berlangganan layanan Blackberry

Blackberry hadir dengan segudang fitur dan fungsi yang menunjang kegiatan bisnis, terutama dengan fitur Push Email dan Blackberry Messenger-nya.

Jika anda membeli Blackberry yang memang harganya mahal anda juga harus membayar lebih untuk berlangganan paket Blackberry Internet Services ke operator yang lumayan menguras kantong, minimal Rp. 5.000 (XL) per hari atau kalau pas promo bisa Rp 30.000 per 7 hari (IM3).

Mitos yang berkembang di kalangan pengguna seluler kalau kita tidak berlangganan maka Blackberry yang kita beli dengan harga mahal cuma menjadi handphone biasa plus PDA yang tidak bisa dipakai untuk mengecek emai, instant messenger dan internet.

Saya mempunya Blackberry Bold dan mencoba mengaktifkan koneksi internet tanpa berlangganan data plan Blackberry ke operator. Dalam hal ini kartu yang saya pergunakan adalah IM3 pra bayar yang biaya akses internetnya sangat murah cukup Rp 1 per kb. Caranya dengan melakukan seting APN di menu ==> Option ==> Advanced Option ==> TCP/IP , Contreng pada APN Setting Enabled kemudian isi APN nya dengan indosatgprs username dan password kosong setingan untuk berlaku untuk IM3, Mentari dan Matrix, kemudian pilih menu – Save.

Nah sekarang Blackberry anda bisa terhubung ke internet tanpa berlangganan Layanan Blackberry.
Saya juga mencoba dengan kartu AXIS yang dapat diperoleh gratis kalau berbelanja minimal Rp. 25.000 di Alfamart. seting APN untuk AXIS adalah APN : axis tanpa user name dan password. Jadi walaupun AXIS belum mengeluarkan paket Blackberry hingga bulan Juni ini tetapi saya sudah bisa ber Blackberry dengan kartu AXIS gratisan.
Untuk browsing saya menggunakan Opera mini browser, sedangkan untuk ber messenger saya mempergunakan Nimbuz yang bisa dipakai untuk YM, GTALK, facebook, twitter bahkan Skype. Untuk Push email saya menggunakan Morange.
Cara lain untuk terhubung ke Internet adalah menggunakan fasilitas WIFI, jika Blackberry anda dilengkapi dengan konektifitas WIFI.

Tentusaja Blackberry tanpa mendaftar ke layanan Blackberry di operator masih banci karena tidak bisa ber BBM (Blackberry Messenger) dan PUSH Mail.

Berikut beberapa informasi seting APN untuk beberapa operator GSM di Indonesia:
Telkomsel
APN : Telkomsel
User name : wap
Password : wap123
XL
APN: www.xlgprs.net
Username: xlgprs
3 (THREE)
APN : 3-GPRS
AXIS
APN : AXI
Matrix, IM3 dan Mentari
APN : indosatgprs

F2 In Action

This slideshow requires JavaScript.

This slideshow requires JavaScript.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah

A.     Konsep Dasar  

Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning/PBL) adalah suatu model pembelajaran yang didasarkan pada prinsip menggunakan masalah sebagai titik awal akuisisi dan integrasi pengetahuan baru. Model pembelajaran ini pada dasarnya mengacu kepada pembelajaran-pembelajaran mutakhir lainnya seperti pembelajaran berdasar proyek (project based instruction), pembelajaran berdasarkan pengalaman (experience based instruction), pembelajaran autentik (authentic instruction), dan pembelajaran bermakna.

Berbeda  dengan  pembelajaran penemuan (inkuiri-diskoveri) yang lebih menekankan pada masalah akademik.  Dalam Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning), pemecahan masalah didefinisikan sebagai proses atau upaya untuk mendapatkan suatu penyelesaian tugas atau situasi yang benar-benar nyata sebagai masalah dengan menggunakan aturan-aturan yang sudah diketahui. Jadi,  Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning)  lebih  memfokuskan  pada masalah kehidupan nyata yang bermakna bagi siswa.

B.     Alasan Pembelajaran Berdasarkan  Masalah

Beberapa alasan mengapa Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning) digunakan dalam proses pembelajaran:

  1. Seorang lulusan tidak dapat menaggulangi masalah yang dihadapinya hanya dengan menggunakan satu disiplin ilmu. Ia harus mampu menggunakan dan memadukan ilmu-ilmu pengetahuan yang telah dipunyai atau mencari ilmu pengetahuan yang dibutuhkannya dalam rangka menanggulangi masalahnya. Melalui Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning) yang diawali dengan pemberian masalah pemicu kepada  siswa dapat menerapkan suatu model pembelajaran secara spiral (spiral learning model) dengan memilih konsep dan prinsip yang terdapat dalam sejumlah cabang ilmu, sesuai kebutuhan masalah. Dengan diberi sejumlah masalah pemicu, diharapkan sebagian besar/seluruh materi cabang ilmu dicakup.
  2. Integrasi antara berbagai konsep/prinsip/informasi cabang ilmu dapat terjadi
  3. Kemampuan mahasiswa untuk secara terus menerus melakukan “up-dating”/pengembangan pengetahuannya tercapai
  4. Perilaku sebagai seorang “ life long learner” dapat tercapai
  5. Langkah-langkah PBL yang dilaksanakan melalui diskusi kelompok dapat menghasilkan sejumlah keterampilan  diantaranya: (a) keterampilan  penelusuran kepustakaan; (b) keterampilan  membaca; (c) keterampilan/kebiasaan membuat catatan; (d) kemampuan kerjasama dalam kelompok; (e) keterampilan  berkomunikasi; (f) keterbukaan; (g) berpikir analitik; (h) kemandirian dan keaktifan belajar; dan (i) wawasan dan keterpaduan ilmu pengetahuan
  6. Dapat mengimbangi kecepatan informasi atau ilmu pengetahuan yang sangat cepat.

C.    Ciri dan Karakteristik Pembelajaran Berdasarkan  Masalah

Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning) memiliki beberapa ciri dan karakteristik sebagai berikut:

  1. Mengorientasikan siswa kepada masalah autentik dan menghindari pembelajaran terisolasi
  2. Berpusat pada siswa dalam jangka waktu lama
  3. Menciptakan pembelajaran interdisiplin,
  4. Penyelidikan masalah autentik yang terintegrasi dengan dunia nyata dan pengalaman praktis .
  5. Menghasilkan produk/karya dan memamerkannya
  6. Mengajarkan kepada siswa untuk mampu menerapkan apa yang mereka pelajari di sekolah dalam kehidupannya yang panjang
  7. Pembelajaran terjadi pada kelompok kecil (kooperatif).
  8. Guru berperan sebagai fasilitator, motivator dan pembimbing.
  9. Masalah diformulasikan untuk memfokuskan dan merangsang pembelajaran
  10. Masalah adalah kendaraan untuk pengembangan keterampilan pemecahan masalah.
  11. Informasi baru diperoleh lewat belajar mandiri.

D.    Keunggulan Pembelajaran Berdasarkan  Masalah

Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning) memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: (1) siswa lebih memahami konsep yang diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut; (2) melibatkan secara aktif memecahkan masalah dan menuntut keterampilan berpikir siswa yang lebih tinggi; (3) pengetahuan tertanam berdasarkan skemata yang dimiliki siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna; (4) siswa dapat merasakan manfaat pembelajaran sebab masalah-masalah yang diselesaikan langsung dikaitkan dengan kehidupan nyata, hal ini dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa terhadap bahan yang dipelajari; (5) menjadikan siswa lebih mandiri dan dewasa, mampu memberi aspirasi dan menerima pendapat orang lain, menanamkan sikap sosial yang positif diantara siswa; dan (6) pengkondisian siswa dalam belajar kelompok yang saling berinteraksi terhadap pembelajar dan temannya sehingga pencapaian ketuntasan belajar siswa dapat diharapkan.

Selain itu, Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning) diyakini pula dapat menumbuhkan-kembangkan kemampuan kreatifitas siswa, baik secara individual maupun secara kelompok karena hampir di setiap langkah menuntut adanya keaktifan siswa.

Keberhasilan model Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning)  sangat tergantung pada ketersediaan sumber belajar bagi siswa, alat-alat untuk menguji jawaban atau dugaan. Menuntut adanya perlengkapan praktikum, memerlukan waktu yang cukup apalagi data harus diperoleh dari lapangan, serta kemampuan guru  dalam mengangkat dan merumuskan masalah.

Dalam model Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning)  ini,  guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator, pembimbing dan motivator. Guru mengajukan masalah otentik/mengorientasikan siswa kepada permasalahan nyata (real world), memfasilitasi/membimbing (scaffolding) dalam proses penyelidikan, memfasilitasi dialog antara siswa, menyediakan bahan ajar siswa serta memberikan dukungan dalam upaya meningkatkan temuan dan perkembangan intektual siswa.

E.     Langkah-langkah  Pembelajaran Berdasarkan  Masalah

Pengelolaan Pembelajaran Berdasarkan  Masalah terdapat 5 langkah utama. yaitu: (1)  mengorientasikan siswa pada masalah; (2)  mengorganisasikan siswa untuk belajar; (3) memandu menyelidiki secara mandiri atau kelompok; (4)  mengembangkan dan menyajikan hasil kerja; dan (5)  menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah. Gambaran rinci kelima langkah tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 1. Prosedur Pembelajaran Berdasarkan   Masalah

Langkah

Kegiatan Guru

Orientasi masalah
  • Menginformasikan tujuan pembelajaran
  • Menciptakan lingkungan kelas yang memungkinkan terjadi pertukaran ide yang terbuka
  • Mengarahkan pada pertanyaan atau masalah
  • Mendorong siswa mengekspresikan ide-ide secara terbuka
Mengorganisasikan siswa untuk belajar
  • Membantu siswa menemukan konsep berdasar masalah
  • Mendorong keterbukaan, proses-proses demokrasi dan cara belajar siswa aktif
  • Menguji pemahaman siswa atas konsep yang ditemukan
Membantu menyelidiki secara mandiri atau kelompok
  • Memberi kemudahan pengerjaan siswa dalam mengerjakan/menyelesaikan masalah
  • Mendorong kerjasama dan penyelesaian tugas-tugas
  • Mendorong dialog, diskusi dengan teman
  • Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan masalah
  • Membantu siswa merumuskan hipotesis
  • Membantu siswa dalam memberikan solusi
Mengembangkan dan menyajikan hasil kerja
  • Membimbing siswa mengerjakan lembar kegiatan siswa (LKP)
  • Membimbing siswa menyajikan hasil kerja
Menganalisa dan mengevaluasi hasil pemecahan
  • Membantu siswa mengkaji ulang hasil pemecahan masalah
  • Memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemcahan masalah
  • Mengevaluasi materi

Model Kepengawasan/Supervisi Pendidikan Cooperative Profesional Development (CPD)

Dalam bukunya yang berjudul “Supervisi Pendidikan: untuk Pendidikan yang Lebih Baik”, Prof.Dr. Hi. Abd. Kadim  Masaong, M.Pd. (2010),  mengetengahkan tentang 5 (lima) model kepengawasan atau model supervisi. Salah satunya  adalah Model Cooperative Profesional Development (CPD) atau disebut juga Model Pengembangan Kerjasama Profesional.

Model Kepengawasan/Supervisi Pendidikan Cooperative Profesional Development  (CPD) dapat diartikan sebagai sebuah model kepengawasan/supervisi yang difasilitasi oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah melalui proses yang diformulasikan secara moderat oleh dua orang  guru atau lebih yang setuju bekerjasama untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan profesionalnya. Biasanya dilakukan melalui kegiatan saling mengadakan observasi kelas, saling memberikan umpan balik, dan menguasai tentang masalah-masalah kesupervisian. Dalam menerapkan model CPD ini  hendaknya  dapat menyediakan setting dimana guru secara informal dapat membicarakan persoalan-persoalan yang mereka hadapi, saling menukar gagasan, saling membantu dalam mempersiapkan pembelajaran, petukaran berbagai petunjuk dan saling memebri dukungan.

Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah    dapat memilih sendiri bentuk kerjasama pengembangan profesi, sesuai dengan karakter dan budaya sekolah setempat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh kepala sekolah/pengawas sekolah dalam merencanakan dan menerapkan model ini, yaitu:

  1. Guru diikutsertakan dalam menentukan siapa yang dapat diajak untuk bekerja sama.
  2. Kepala sekolah hendaknya bertindak sebagai penanggung jawab terakhir dalam membentuk tim CPD.
  3. Struktur supervisi hendaknya bersifat formal, terutama dalam hal pemeliharaan catatan-catatan mengenai bagaimana cara dan dalam waktu apa yang digunakan serta memeberikan deskripsi umum tentang kegiatan CPD. Catatan tersebut bersifat laporan tahunan kepala sekolah/pengawas sekolah.
  4. Kepala sekolah/Pengawas sekoalah hendaknya memberikan sumber-sumber yang diperlukan dan dukungan administrasi yang memungkinkan tim  CPD berfungsi setiap saat.
  5. Kepala sekolah/Pengaawas sekolah tidak menerima informasi mengenai hasil-hasil kerja tim dalam pembelajaran, jika hal itu tidak perlu dievaluasi. Jadi, informasi tersebut tetap disimpan oleh tim.
  6. Jika kepala sekolah/pengawas sekolah perlu mengadakan evaluasi yang mendalam, hendaknya data tersebut dinilai melalui seorang guru tentang pekerjaan guru yang lain.
  7. Masing-masing guru hendaknya mencatat perkembangan profesionalnya masing-masing sebagai hasil dari kegiatan CPD.
  8. Kepala sekolah/pengawas sekolah hendaknya mengadakan pertemuan dengan tim CPD sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun   untuk melakukan penilaian proses CPD.
  9. Kepala sekolah/pengawas sekolah hendaknya mengadakan pertemuan individual dengan setiap anggota tim CPD sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun   untuk membicarakan catatan pertumbuhan profesionalnya dan memberikan dorongan serta bantuan yang diperlukan.
  10. Secara umum, tim-tim baru hendaknya dibentuk setiap dua atau tiga tahun.

Dengan mengutip pemikiran Heller, dikemukakan pula beberapa keuntungan dari penerapan  Model Kepengawasan/Supervisi Pendidikan Cooperative Profesional Development  (CPD) , diantaranya:

  1. Merupakan wahana bagi guru untuk mengetahui pekerjaan guru lainnya.
  2. Memberian suatu mekanisme bagi mereka untuk saling berkomunikasi mengenai belajar dan pembelajaran.
  3. Kegiatan yang bersifat kontinyu akan sangat meningkatkan motivasi belajar bagi guru.
  4. Interaksi intelektual akan memberi efek induksi karena akan terjadi saling menerima dan saling memberi informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
  5. Melalui CPD akan menimbulkan kesan adanya upaya perbaikan perilaku inovatif, disiplin, dan self control dalam pelaksanaan tugas-tugas mengajar.
  6. Menunjukkan bahwa guru-guru banyak belajar dari teman guru lain dan mempercayai satu sama lain sebagai sumber ide baru dan membagi masalah yang mereka hadapi.

Sumber Ahmad Sudrajat

Rumput yang bergoyang

Saya tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Ebiet G.Ade ketika belasan tahun yang lalu, dalam lagu yang meledak menjadi hits, dia menggugat dan ingin bertanya pada rumput yang bergoyang. Adakah dia tak lagi punya asa? Adakah dia frustasi?

Namun saya bisa menangkap apa isi gugatannya ketika dia berteriak, “Mengapa di tanahku terjadi bencana?” Inikah juga yang ditanyakan bangsa kita kini?

Konon, Ebiet sudah kabarkan berita ini kepada laut, karang, ombak bahkan matahari. Sayang, dia mengaku tak memperoleh jawaban. Yang bisa dia lakukan adalah menduga-duga. Mungkinkah ini murka Tuhan? Mungkinkah ini karena alam tak lagi bersahabat?

Entahlah. Boleh jadi Tuhan memang sedang murka. Namun saya kira benar bahwa alam tampaknya sedang tak bersahabat dengan kita. Merapi memuntahkan laharnya. Belum habis air mata kita, Irian Jaya dan Samarinda diterjang banjir.

Api. Air. Inikah tanda kemarahan alam? Jika iya, mengapa Tuhan ijinkan alam untuk mengeskpresikan kegalauannya? Sampai kapan Tuhan ijinkan alam untuk marah? Alam marah, benarkah ini juga berarti Tuhan sedang marah?

Ah, tiba-tiba gugatan dan renungan Ebiet belasan tahun yang lalu terdengar kembali dan mampir ke kamar saya. Bedanya, saya masih punya harapan, walaupun diimbuhi sedikit rasa cemas.Harapan itulah yang membuat saya tak bertanya pada rumput yang bergoyang. Harapan itulah yang membuat saya “merayu” Tuhan dalam do’a-do’a saya. Semoga Tuhan segera menyuruh alam berhenti “ngambek”.

Rumput bergoyang,

merapi berguncang,

dataran tergenang

Ah…duhai alam, terimalah salamku, bukankah tak baik kalau kita bertengkar lebih dari tiga hari?

Aksi farah di siring laut

Farah in action

Apaan tuuuuh..............

Ha..ha...haaaaaaa.....

Microsoft: Hati-hati Mengunduh Software Baru

TRIBUNNEWS.COM - Raja software dunia, Microsoft, mengeluarkan peringatan. Katanya, jika sebuah situs memerintahkan mengunduh sebuah piranti lunak baru untuk menonton film atau menyelesaikan sebuah masalah, pikirkan dua kali. Kemungkinan piranti lunak baru itu sebuah program yang didesain mengintai keamanan komputer atau malicious.

Seperti diberitakan PC World, Rabu (18/5/2011), Microsoft menyebutkan setiap 14 program yang diunduh pengguna Windows selalu menjadi virus. Meski Microsoft mengakui jika sebuah fitur di browser Internet Explorer sudah didesain sedemikian rupa demi menghindari serangan potensial yang merugikan pengguna Windows, namun sekitar lima persen user tidak mempedulikannya.

Ujung-ujungnya, program itu ternyaata adalah virus Trojan. “Para penyerang ini sudah tahu dan tak susah menyuruh user mengunggah Trojan,” kata Alex Stamos, pendiri perusahaan konsultan keamanan,Isec Partners, dan sering bertugas membersihkan serangan di sebuah perusahaan jika terjadi hal membahayakan seperti itu.

Virus juga menyebar dengan cepat di sejumlah situs pertemanan sosial. Sebagai contoh virus Koobface menyebar dengan cepat di Facebook. Saat meng-klik sebuah video kiriman teman mereka diminta mengunduh sebuah program dan ternyata ini adalah program pengintai. Yang terbaru adalah foto palsu Osama bin Laden yang menyebar dengan cepat di Facebook dan ternyata adalah virus.

Erwin Aksa Yakin Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengusaha muda Erwin Aksa yakin terpilih menjadi ketua umum PSSI dalam Kongres yang akan diadakan pada 20 Mei 2011, besok, di Jakarta.

“Insya Allah. Kita yakin bisa masuk (terpilih),” kata Erwin usai menghadiri Presidential Lecture dengan tema “Indonesia Toward An Emerging Economy : Lessons from Korea and Beyond” di Istana Negara Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Ditanya berapa suara yang telah dimilikinya saat ini, Erwin tidak menjelaskan. Dia hanya tersenyum.

Erwin yang kini menjabat ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini menegaskan visi dan misinya untuk memajukan sepakbola nasional.

“Kita haris bangun pesepakbolaan nasional kita secara sistematis dan terintegrasi,” ujar dia.

Caranya, lanjut Erwin, dengan memperbesar infrastruktur dan kompeteisi pesepakbolaan tanah air.
“Membangun sepakbola yang menjunjung sportivitas,” kata dia.

Suatu hari di Banjarmasin dan Martapura

Menginstall Windows 7 dengan Flashdisk

Kamu punya netbook? tidak ada DVDdrivenya kan? terus pengen instal ulang nyobain windows 7 yang keren itu di netbook kamu? Ada cara mudah untuk menginstal Windows 7 menggunakan USB Flash disk di netbook kamu tanpa menggunakan program tambahan tapi hanya menggunakan perintah dari Command Prompt.  Berikut langkah-langkahnya :

  1. Siapkan flash disk 4 GB, laptop atau PC yang ada DVD drivenya dan DVD windows 7

  2. Masukkan flash disk ke colokan USB laptop kamu, flash disk ini nantinya akan diformat ulang, jadi backuplah dahulu isinya karena akan terhapus semua.

  3. Buka jendela Command Prompt dengan menekan tombol di keyboard windows + R, ketik cmd lalu klik OK
  4. Di jendela Command Prompt yang baru muncul, ketik DISKPART dan tekan enter
  5. Ketik LIST DISK kemudian eneter, akan muncul semua drive dalam laptop kamu. Lihatlah ukuran dari masing-masing drive untuk mengenal yang mana flash disk  dan hardisk kamu. Di laptop saya, Disk 0 ukurannya 111 GB dan Disk 1 ukurannya 3856 MB. Berarti, Disk 1 adalah flash disk 4 GB saya.
  6. Ketik perintah berikut satu demi satu :

    SELECT DISK 1
    CLEAN CREATE PARTITION PRIMARY

    SELECT PARTITION 1

    ACTIVE

    FORMAT FS=NTFS

    Tunggu sampai 100 completed, ketik EXIT dan tekan enter

  7. Minimize jendela Command Prompt tadi
  8. Masukkan DVD Windows 7 ke dalam DVD drive dan perhatikan drive letter DVD drive tadi (nama drive yang terbaca). Ingat drive letter DVD drive dan flash disk kamu. Pada laptop saya, drive F adalah DVD Windows 7 dan drive G adalah flash disk saya.
  9. Maximize jendela Command Prompt yang tadi kamu minimized, ketik perintah berikut satu demi satu : F:CD BOOT dan tekan enter (F adalah drive DVD Windows 7 saya) CD BOOT tekan enter

    BOOTSECT.EXE/NT60 G: tekan enter (G adalah flash disk saya)

  10. Tutup jendela Command Prompt
  11. Copy semua file dari DVD Windows 7 ke dalam flash disk kamu, sekarang flash disk kamu siap digunakan untuk menginstal Windows 7

INSTALL WINDOWS 7 DI AXIOO PICO

  1. Colok flash disk tadi ke netbook kamu
  2. Hidupkan netbook kamu dan tekan DELETE segera ketika muncul logo axioo untuk masuk ke setup BIOS
  3. Setelah masuk ke jendela BIOS, cari pilihan Boot dan ubahlah 1st boot device dari [SATA : PM – ST91xxxx] to [Removable Dev.] tekan F10 kemudian enter. Netbook kamu otomatis akan diestart untuk kemudian masuk ke penginstalan Windows 7
  4. Pada saat netbook kamu hidup kembali, biarkan saja sampai muncul jendela penginstalan Windows 7. Pilih bahasa penginstalan lalu klik next
  5. Klik Accept the license terms, kemudian pilihlah installation type. Klik upgrade untuk menginstall Windows 7 menggantikan Windows yang sebelumnya telah terinstal
  6. Klik advance, pilih partisi yang akan dijadikan tempat pengisntalan Windows 7, biasanya pada drive C (partition 1). Pilih partisi yang sebelumnya digunakan untuk menginstal Windows, klik Format, klik lagi partisi tadi lalu klik NEXT untuk memulai penginstalan
  7. Setelah pengistalan selesai, masukkan account name dan serial number Windows 7 kamu, klik NEXT
  8. Netbook kamu akan direstart otomatis dan Windows 7 siap dijalankan di netbook kamu….